Mar 10

Hmm.. Sekarang udah jam 1 malam (atau pagi ya?). Hari Minggu, 11 Maret 2007.
Akhirnya gw bisa lega.. LPJ UKSS ITB untuk masa kepengurusan gw dah diterima (biarpun bersyarat, yg penting kn keterima.. ;p hehehe..)
LPJ-nya memang gak segila LPJ HMT yang bisa makan waktu 2×24 jam nonstop, tapi "cuma 7 jam". Dari jam 2 siang sampai jam 9 malam. Plus acara makan-makan di Balubur sampai jam 10.30 malam (Tenkyu manu’…! bgmn klo thn dpn ko jd ketua lg? biar makan-makan lg org! hehehe..).
Okeh, kembali ke laptop.

Waktu ngomongin pertanggungjawaban, gw sebagai pengurus inti terus terang kurang puas. Masih banyak kekurangan mendasar yang perlu dikupas. Banyak kesalahan yang sebenarnya dapat dilihat di depan mata dengan jelas, namun diacuhkan, bahkan dianggap sebagai tradisi UKSS. Mungkin kesalahan tersebut dianggap kecil oleh sebagian orang, tapi dampaknya malah menghasilkan efek yang fatal.

Contoh1: kurang disiplin waktu.
Katanya mau rapat LPJ hari sabtu jam 1 siang. Tapi udah jam 1.30 orang-orang blum pada datang. Boro-boro anggota, pengurusnya aja banyak yang gak dateng. Sebagai catatan, gw datangnya jam 12.45, dengan harapan bisa diskusi dulu dengan kordiv soal LPJ. Ternyata eh ternyata.. dia baru datang jam 1.20.. mantap!! Langsung Rapat, tanpa persiapan…
Contoh2: kurang menghargai orang yg datang tepat waktu.
Tau gimana perasaan org yg udah datang tepat waktu, tp terpaksa menunggu lama karena musti nungguin tmn2 yg telat? Enak banget ya ditungguin.. Kalo kaya gini mending gw ikutan telat juga..

Harusnya Rapat Anggota Biasa dimulai saat itu juga. Konsisten pada jadwal acara. Mulai jam 13.00.00 teng. Tapi gmn kalau rapat tidak memenuhi kuota forum? Tidak masalah! Kan udah diatur dalam AD/ART (kebetulan gw kn anak Litbang, jadi lumayan tau isi AD/ART UKSS). Untuk Rapat Anggota Biasa, kuota forum minimal setengah plus satu. Jika tidak terpenuhi, rapat bisa ditunda paling lama 1×24 jam. Dan sambil menunda, anggota yg dah datang juga musti aktif nelpon2 tmnnya. Biar merekanya datang. Kalaupun kuorum tetap tidak terpenuhi, rapat boleh dilanjutkan dengan jumlah anggota seadanya.
Kalo kaya gitu kan enak.. iya gak? ^_^

Seperi yang gw bilang sebelumnya, ini mungkin masalah kecil.. tapi kayak tumor. Lo cuekin, lo tunggu akibatnya! Jadi gw harap ini bisa menjadi bahan pertimbangan buat Ibnu (Ketua UKSS yang 2007/2008) khususnya dan para calon pengurus baru tentunya, agar kalian bisa membawa UKSS ke arah yang lebih baik lagi.
HIDUP UKSS ITB!

Habis kritik, giliran greetings.. ;p
Jadi sekarang gw mo berterimakasih ma anggota dan para pengurus atas kerja kerasnya selama ini. Tanpa kalian, UKSS bukanlah apa-apa. Seperti nasehat yg gw kasih sama anak-anak 2006 pas pelantikan UKSS di Ciater waktu itu: Kalianlah UKSS! Bukan ruangan sempit, kotor, dan berantakan yang ada di Sunken Court W-04 itu!

Sekali lagi terima kasih buat Hendri (Ketua UKSS 2006/2007), Hamdi WR (Kadiv Litbang), Fikri (tenang mko sj Iq, se doakan ko jadi ktua IMG), dan kawan-kawan lainnya yang tidak saya sebutkan namanya di sini..
Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan.. ^_^

Btw: tadi anak2 2005 pada mencalonkan gw buat jadi Ketua.. hehe.. mungkin 2008 nanti gw bisa jadi ketua UKSS nih.. ;p Sekalian merangkap jadi Pemimpin Umumnya Persma ITB 2008.. hahaha… Mantap banget daya khayalmu Jar!
Sebenernya gw gak terlalu berambisi, tapi itu semua berbalik pada teman2 smua dan garis hidup yang telah ditentukan Allah SWT.

Salam hangat,

Fajar Herdian Akhzan
(niru gaya Roy Suryo.. ;p)

Feb 24

Sebagian kecil dari kebersamaan yang tersisa…
Alumni SMU Negeri 17 Makassar di Bandung

Minggu, 24 Februari 2007
eh, yang lain ko pada gak dateng ya?! 17agerz! di mana kalian?…

Fotonya sih banyak, tapi yg bisa gw tunjukin cuma segini. Yang ada gw-nya… hehehe…:)

- semua fotonya udah diperkecil jadi 25%.. soalnya ukuran satu fotonya bisa sampai 4 MB.
- klik gambarnya kalo mo liat versi yg lebih gede..

_semua_angkatan2
|> semua angkatan (sengaja di local equalization biar muka semua orang kelihatan)

Angkatan2004|> angkatan gw… ^^

Ntah_papa
|> gak jelas. ah, yg penting kan muka gw kelihatan.. :P

Semua_angkatan |> semua angkatan

Salah
|> eh, ada yang diam2 motret gw…
kayanya gw punya secret admirer deh :P
hahaha, cem betul aja kau Jar!!…

Teman-temanku, kawan-kawanku, sahabat-sahabatku
Tahun depan reunian lagi ya…

Satu…!! Tujuh..!! SEVENTEEN!!!

Feb 21

Oleh Fajar Herdian
Akhzan

Sejak terjadinya bencana tsunami di Aceh pada
penghujung tahun 2004, istilah Sistem Peringatan Dini atau Early Warning
System
menjadi marak dibicarakan. Namun apakah yang dimaksud EWS tersebut?
Berikut ulasannya.

 

 
 

M

 

enurut bahasa yang mudah dimengerti, sistem
peringatan dini adalah sistem yang menginformasikan kemungkinan terjadinya bahaya
sebelum bahaya tersebut terjadi. Termasuk sistem biologis yang dimiliki oleh
makhluk hidup maupun sistem hasil buatan manusia.

Yang termasuk
sistem biologis adalah rasa sakit dan rasa takut (yang umumnya menjadi bagian
dari insting) yang dimiliki makhluk hidup secara alamiah. Sementara yang
termasuk sistem buatan adalah sistem yang dirancang manusia untuk mengumpulkan
data-data terkait dan mengolahnya menjadi parameter kemungkinan terjadinya
bahaya. Sistem buatan manusia ada yang dibuat untuk tujuan sipil dan ada juga
yang khusus untuk tujuan militer. Dalam hal ini sistem peringatan dini untuk
tsunami termasuk untuk tujuan sipil. Begitu pula dengan alat pendeteksi asap,
alat pendeteksi gempa, dan lain sebagainya. Sementara alat peringatan dini
untuk militer antara lain adalah alat pendeteksi misil balistik, pendeteksi
serangan nuklir, alat peringatan antirudal pesawat tempur, dan lain sebagainya.

Sistem
peringatan dini untuk tsunami biasanya disingkat TWS alias Tsunami Warning System. Sesuai dengan namanya, TWS dibangun untuk
mendeteksi gejala-gejala alam yang berpotensi untuk mendatangkan bencana
tsunami sekaligus mencari lokasi pusat gempa yang menyebabkan tsunami tersebut.
Laporan yang diberikan oleh TWS ini bisa digunakan untuk memprediksi besar kerusakan
yang akan ditimbulkan dan daerah-daerah yang akan terkena dampak tsunami.

Sistem ini
terbagi menjadi dua komponen penting, yaitu jaringan sensor-sensor pendeteksi
tsunami dan infrastruktur komunikasi yang berguna untuk menyampaikan peringatan
dini. Peringatan dini tsunami menghendaki kewaspadaan dan evakuasi sebelum
tsunami datang. Laju informasi peringatan dini sangatlah penting mengingat
selang waktu antara gempa bumi sampai tsunami mencapai daratan cukup singkat.

Terdapat dua
jenis peringatan dini tsunami: peringatan dini internasional dan peringatan
dini regional. Keduanya bergantung pada kenyataan bahwa tsunami bergerak dengan
laju 500 – 1000 km/jam (sekitar 0,14-0,28 km/detik) di laut lepas, sementara
gempa bumi dapat terdeteksi dengan cepat melalui gelombang seismik yang
bergerak dengan laju rata-rata 14.400 km/jam atau sekitar 4 km/detik.
Dengan memperhatikan gelombang seismik yang muncul, dimungkinkan adanya
tenggang waktu untuk prakiraan tsunami sekaligus penyampaian peringatan ke
daerah yang terancam tsunami. Hanya saja, karena belum ada model yang jelas
yang dapat menghubungkan gempa bumi dan tsunami, peringatan oleh gelombang
seismik menjadi kurang dapat diandalkan. Metode yang lebih pasti adalah dengan
menggunakan alat pengamat dasar laut untuk melihat gelombang tsunami di laut
lepas dengan jarak sejauh mungkin dari garis pantai.

Desain dasar peringatan dini untuk tsunami.Desain_dasar_peringatan_dini_untuk_tsuna







Alat
pengamat dasar laut yang akan ditenggelamkan.
Alat_pengamat_dasar_laut_yang_akan_diten





» Penyampaian Peringatan

Penyampaian_peringatan_tsunami_di_jepangPenyampaian
peringatan tsunami di Jepang melalui televisi, September 2004.

Proses pendeteksian dan prakiraan bencana
tsunami hanyalah setengah dari proses TWS secara keseluruhan. Hal lain yang
tidak kalah penting dalam TWS adalah penyampaian peringatan kepada penduduk yang
daerahnya terancam tsunami. Hal ini dapat dilakukan melalui beragam jalur
telekomunikasi (seperti e-mail, fax, radio, telex, TV, dan lain sebagainya).
Dengan demikian pesan darurat dapat diterima oleh masyarakat, pemerintah, serta
badan-badan penanggulangan bencana.

22 WIB, Lokasi 2,42LU, 128,10 BT [347 km Timur Laut Labuha, Maluku Utara], Kedalaman 13 km. Berpotensi TSUNAMI [untuk diteruskan ke masyarakat] SMS Gempa BMG:
Magnitude 6,6 SR, 29 Nov 06, 08:32:22 WIB, Lokasi 2,42LU, 128,10 BT [347 km Timur Laut Labuha, Maluku Utara], Kedalaman 13 km. Berpotensi TSUNAMI [untuk diteruskan ke masyarakat]

SMS Gempa BMG:
Magnitude 6,6 SR, 29 Nov 06, 08:32:22 WIB,Lokasi 2,42LU, 128,10 BT [347 km Timur Laut Labuha, Maluku Utara],Kedalaman 13 km. Berpotensi TSUNAMI [untuk diteruskan ke masyarakat]

Penyampaian
peringatan tsunami melalui sms.

» Kelemahannya

Tak
ada sistem yang dapat melindungi manusia dari bencana tsunami yang terjadi
tiba-tiba. Oleh karena itu, s
ampai saat ini
peringatan dini tsunami belum pernah menyelamatkan seorang pun dari bencana
tsunami mendadak. Walaupun demikian, peringatan dini tsunami masih dapat
bekerja efektif jika jarak pusat gempa sangat jauh. Hal ini dapat memberikan
kesempatan bagi para penduduk untuk melakukan evakuasi.


Foto_satelit_pantai_utara_banda_aceh_seb_1

Foto satelit Pantai utara Banda Aceh sebelum dan
sesudah tsunami. Tanggal 23 Juni 2004 (atas) dan 28 Desember 2004 (bawah).

 

Sistem Peringatan Dini merupakan mata
rantai yang spesifik (hubungan yang kritis) antara tindakan-tindakan dalam
kesiapsiagaan dengan kegiatan tanggap darurat. Ada 2 (dua) faktor yang berperan
dalam kerangka Sistem Peringatan Dini yaitu pihak Pengambil Keputusan dan
Masyarakat.

Di pihak masyarakat ada tiga unsur yang
menentukan bagaimana masyarakat bereaksi terhadap sistem peringatan dini.
Unsur-unsur tersebut terdiri dari pengetahuan, sikap, dan perilaku.

Selain faktor masyarakat, faktor lain yang
berperan dalam kerangka kerja Sistem Peringatan Dini adalah pihak Pengambil
Keputusan. Di Indonesia melalui Kepres Nomor 111/2001 kita mengetahui bahwa
penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi dikoordinasikan oleh Bakornas
PBP di tingkat Nasional, Satkorlak PBP di tingkat Provinsi dan Satlak PBP di
tingkat Kabupaten/Kota. Melalui keberadaan institusi ini dapat dibuat
kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan sistem peringatan dini terutama
hal-hal yang berkaitan dengan kerangka kerja sistem peringatan dini, misalnya
Protap, Juklak, dan Mekanisme Kerja.

Sumber:

Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Tsunami_warning_system)

Sony AK Knowledge Center (www.sony-ak.com). “Mengenal Sistem
Peringatan Dini (Early Warning System)” oleh Ario Sutomo.

BMG Badan Meteorologi dan Geofisika

Envirtech (http://www.envirtech.org/seafloor_observatory.htm)

GuardianUnlimited (http://www.guardian.co.uk/gall/0,8542,1380645,00.html)

 

Feb 03

Sebenarnya kami ini cowok baik2, kalo lagi jalan sendiri2. Tapi anehnya, kalau sudah bertemu dengan teman sebangsa, pasti gak jadi cowok baik lagi. Mungkin sedikit brengsek-lah. Saya mendefinisikan brengsek di sini bukan berarti suka mainin cewek ya! Kami ini orang Timur (Makassar) yang [sedikit] tau batas2 pergaulan dengan cewek, tapi malah sering kelewat batas kalau bergaulnya dengan sesama cowok. Berbeda dengan sebagian cowok2 [Indonesia bagian] Barat yang kelihatannya cinta damai (jarang tuh gw liat mereka masuk TV gara2 tawuran dan sejenisnya..), tapi nyantai aja melakukan kontak fisik dengan cewek di tempat umum (kontak fisik=pelukan, sok mesra, dll.. defisinikan sendiri aja lah).

Untuk saat ini yang saya maksud "kami" adalah empat pemuda yang terdiri dari seorang anak Tambang ITB 2005 (ini gw), dua orang anak Tambang ITB 2004, dan seorang anak Manajemen Trisakti 2004 yang lagi liburan di Bandung. Sebenarnya masih ada lagi anggota selain yang saya sebutkan tadi. Hanya saja mereka sedang sibuk dengan urusannya masing2, maklum anak ITB.

Waktu2 kosong di masa liburan kami diisi dengan kesibukan yang [terus terang aja] kurang berguna. Basecamp tempat kami ngumpul adalah kamar salah seorang dari Tambang 2004. Alasan tempat dy jadi basecamp: kamarnya luas, fasilitas lengkap (kompie, tv, kamar mandi dalam, alat2 makan lengkap, dispenser beserta isinya, dlsb), lokasi strategis (bukan karena dekat dengan jalan raya, tapi karena dekat dengan kamar gw [yaiyalah, kami kan masih satu kosan]).

Hal2 yg kami lakukan di basecamp: main game, nonton tv (maaf, sinetron murahan & film India gak masuk hitungan), nonton vcd bajakan sewaan, makan siang/malam/tengah malam (kami biasa begadang), ngobrol dengan topik yang gak jelas dan sering berubah, dan godain cewek2 yg lewat di depan kosan. Oh iya, ada satu kebiasaan lagi [yang kami lakukan hanya karena terpaksa], yaitu membaca novel ‘Cewephobia’. Novel ini sangat tidak saya sarankan untuk dibaca. Menurut saya isinya sama sekali tidak mendidik, bahkan cenderung membodohi.
Kalau keluar dari markas, yg kami lakukan: ke pusat perbelanjaan lalu cuci mata dengan barang2 yg gak sanggup kami beli, makan makanan yang paling murah d resto (yg penting kan suasananya enak :P), main bilyard (klo buat gw c bukan ‘main bilyar’, tapi ‘belajar bilyard’), jalan2 di Dago (rekor kami: BIP-Plaza Dago), ‘mengkritisi’ orang2 yg kami lihat [dengan kritik yang kurang membangun], tebar pesona di depan cewek2 (hahaha… gayana jie), dan ikut konser gratis. Yg terakhir ini gw gk ikutan, dimana ada gratisan, disitu banyak masalah. Mending menjauhi masalah di tanah orang (kalo dapat masalah di negeri orang, visa gw bisa dicabut dan terpaksa pulang tanpa gelar sarjana). Lagian kata temen gw, waktu itu banyak keluar kata2 ‘mutiara’ dari arah penonton. Terus temen gw yg satu lagi bilang dy hampir mati karena sesak (entah hiperbola apa enggak, gw gk tau).

Kembali ke laptop. Waktu jalan2 di BIP kami melihat banyak godaan duniawi. Barang2 mewah dan mahal dipajang begitu saja, seakan2 semua orang bisa memilikinya dengan mudah. Untung aja kami ini perantau bokek. Jadi gak mungkin membuat bangkrut keluarga dengan membeli barang dari antek2 kapitalis itu. Dan lebih nggak mungkin lagi buat macarin cewek. Uang bulanan cuma cukup buat satu kepala, klo nambah satu tanggungan lagi kami bisa2 gak kuliah. Jadi wajar aja kalo kami kurang minat buat nyari pacar di Bandung. Buat kami, bisa melihat doi dari jauh aja udah cukup. Bisa ngajakin ngobrol apalagi. Bukannya cinta tak harus memiliki? hehehe.. Ya enggaklah ya.. Itu kan cuma pembelaan dari para pecundang. Btw, ini jg berkaitan dengan kegiatan kami godain cewek yang lewat depan kosan. Ini benar2 tindakan yg menantang maut. Masih untung klo tu cewek cuma manggil bodyguard-nya buat ngasih kami pelajaran. Tapi gimana kalo tu cewek senang kami godain, trus jadi jatuh hati sama kami. Hahaha.. mimpi kali ye.. (Iya, mudah2an mmg cuma mimpi. GW SERIUS!).

… ntar gw sambung lagi
nakana orang bugis: to be continued…>>>

Jan 07

AKhirnya gw ’sembuh’.. setelah error gak jelas krn kurang kerjaan di Bandung :)
Bayangin aja, gw yg tadinya serasa orang paling kesepian di dunia (makany jar, cari pacar) bisa kembali jadi orang paling gembira di dunia (alaah.. hiperbolis).
Asal mula gw ’sembuh’ tu ceritny ky gini:
Hari Kamis kemaren nyokap gw datang ke JKT bareng adek2 gw. Kebetulan nyokap gw ada urusan di sana, jd dy dtngny satu rombongan ma tmn2 kerjany (tmn2ny dtngny jg bareng keluargany, so rame banget.. jadi satu rombongan gede). Jadi besoknya (hari Jumat siang) gw nyusul ke JKT pake kereta Argo Gede
*(sengaja dibuat mndetail.. mumpung gw lgi smangat nih :P).
Tiba di stasion Gambir udah agak sore, gw dijemput ma keluarga gw– minus bokap, slny dy lg sibuk kerja, biasalah..
Rasanya seneng banget euy.. Yaeyalah, ngumpul ma keluarga masa gak seneng.. Lagian liburan kemaren gw ga balik ke MKS, jadi berlipat rinduny.
Abis tu kita jalan2 bentar di JKT. Cuma sekitar monas sih, tapi gpp lah.. Biasany kn klo k JKT gw cm numpang lewat. Paling dari Gambir langsung ke Cengkareng, trus langsung k MKS naik pesawat.
–OK, back to the main story.
-Trus besokny (hari Sabtu) kita k Ancol, main di Dufan sampai puas. ASyik banget.. tapi gara2 overactive punggung gw jadi sakit (emang dasar yah gw, kayak masa kecil g bahagia aja).. Sampe skrg jg masih sakit nih. *_*
Dufan01_copy

>>biar badan sakit, tetep gaya

070106_115047_copy

>>lgi istirahat

-Trus besokny lagi (hari Minggu) kita jalan2 lagi di TMII. Masih dengan rombongan yg sama.. Rame boo’.. Trus jalan2ny serasa di MKS euy. Soalny slain udarany panas, ngomongny jg gak elo-gw lg.. tapi ngomong  makassar.. biasalah, klo ngomongny elo-gw ntar gw malah dibilangin sok Jakarte.
Trus soreny gw balik lagi d ke BDG. dengan kereta yg sama (Argo Gede). N akhirnya bs nulis blog ini skrng.,,,
Sebenernya msh banyak pengalaman seru pas gw di JKT, tapi yg jelas gw seneng bukan  karna jalan2ny doank.. Tapi karna jalan2ny tuh bareng keluarga gw.. (’n bareng rombongan lain jg).
Sekarang gw sadar.. Ternyata hidup ga kan pernah hampa kalo kita deket ma keluarga.
Btw karna gw dah g error lg, postingan gw yg sebelumny (yg judulny ‘Malasku deh’) gw apus aja.. Emang ga gizi c isiny, percuma dibaca.

Dec 28

Corporatocracy Amerika + Kapitalisme = kemiskinan dunia ketiga + terorisme + kesenjangan sosial + kerusakan moral + ….?

Apa pendapat kalian?

Korporatokrasi merupakan Tata Negara gaya baru dimana Negara tidak lagi berdiri di atas kakinya sendiri–yaitu pemerintah dan parlemen–dan jiwa–yaitu rakyat. Korporatokrasi membuat Negara menjadi suatu Perusahaan Raksasa (korporasi) yang berdiri dengan sokongan modal dan sumber daya alam.

Amerika dahulu adalah sebuah republik yang demokratis. Sekarang.. Ia telah menjadi korporatokrasi, menjadi korporasi. Korporasi yang tidak memiliki jiwa. Ia adalah kesatuan abadi, yang memiliki semua hak, tapi tak punya kewajiban.. tak satu pun. Ia bertindak dengan banyak pertimbangan. Tapi pertimbangan terbesarnya masih tetap keuntungan industri dan perusahaan Amerika. Supaya modal mereka di luar negeri tetap aman, tetap mengalirkan uang segar ke dalam kantong-kantong mereka.

Salah satu contoh yang sedang berlangsung di depan mata kita: Sejak Mahmoud Ahmadinejad (Presiden Iran) menyatakan dengan tegas untuk mempertahankan proyek nuklirnya, Amerika telah melakukan bermacam-macam manuver politik guna menghentikannya. Semua kekuatan politik luar negerinya ia kerahkan untuk itu. Dan yakin saja, ia bahkan akan bermanuver militer bila perlu. Manuver yang tentunya akan memberikan pendapatan bagi industri militer Amerika. Sangat menguntungkan. Padahal dia tidak tahu pasti tujuan proyek nuklir tersebut. Apa pernah dia membeberkan data otentik yang menunjukkan bahwa nuklir tersebut untuk tujuan militer? Tidak pernah. Bahkan kalaupun ia memiliki buktinya, dia kan tidak berhak campur tangan. Tapi sebagai korporasi, tampaknya ia tetap saja punya hak ya?
Ahmadinejad mengatakan, proyek nuklir mereka hanya bertujuan untuk menghasilkan energi. Demi pencapaian kesejahteraan rakyat Iran, katanya. Tapi kalau penduduk Timur Tengah tidak sejahtera, Amerika kan tidak masalah. Dia kan tidak punya kewajiban atas penduduk tersebut. Mereka itu bukan penduduknya. Benar-benar tindakan korporasi ya?

Sebenarnya banyak contoh lainnya. Kalau saja kita buka mata dan telinga kita lebar-lebar. Informasi telah disebar para pencari berita. Kita tinggal memilih.

Negara-negara lain di dunia sebenarnya punya kedaulatan untuk melawan korporatokrasi Amerika. Tapi apa daya, kita sudah terlanjur terjaring dan diikat kapitalisme. Kapitalisme, dimana penguasanya adalah pemilik kapital/modal terbesar. Yah, siapa lagi kalau bukan Amerika.

Salah satu contohnya, negara kita, Indonesia. Setiap ada kunjungan pemerintah RI ke Amerika, kita memang diberi janji-janji menggiurkan. Ada pinjaman-lah, investasi-lah, bantuan-lah. Tapi kalau melihat angka hitam di atas kertas putih, dari tahun ke tahun jumlah investasi, bantuan, dan pinjaman Jepang-lah yang paling besar. Sementara angka dari Amerika tidak begitu signifikan. Oh, mungkin karena orang Jepang memang anti basa basi ya? Beda dengan Amerika yang banyak omong.
Tapi kalau ada kunjungan dari Amerika ke pemerintah RI, ya Allah.. Seperti reaksi kimia yang menggunakan katalis. Sangat cepat hasilnya. Terakhir Menlu AS datang, Blok Cepu langsung dalam genggaman Exxon (perusahaan minyak asal AS). Aneh banget ya? Padahal sebelum dia datang, Blok Cepu diperdebatkan dengan keras hak pengelolaannya. Jadi bagaimana dengan orang Indonesia? Padahal tenaga orang Indonesia tidak perlu menganggur kalau kontraktor lapangannya adalah perusahaan dalam negeri.

Duh,gw dah ngantuk nih. sampai sini aja yak. plis komennya. kayanya gw banyak yang salah nulis tadi… trus klo pengen tw lebih banyak, sok aja dibaca buku John Perkins: A Confession of an Economic Hitman (sebuah pengakuan dari seorang mafia ekonomi) atau Corporatocracy and the Iraqi War oleh John Omaha, Ph.D.

Dec 14

Klo lo masuk ITB pasti seneng.. (Yah, paling enggak lo lulus kn? Coba pikir gmn perasaan orang yg pengen masuk ITB tapi ga bisa..) Tapi lo senengnya kaya gimana? Apa lo cuma seneng NAMAnya doank? Supaya lo bisa bilang ke temen2 lo, "gw anak ITB coy!" Pernah gak lo mikir tentang KAMPUSnya? Lo senang dengan kampus di Jalan Ganesha No. 10?
Coba lo lihat sampah yg ditebar tmn2 lo.. Lihat coretan ga jelas di dinding2 dan meja ruang kuliah. Lihat tempelan/stiker/pengumuman kadaluarsa yg merusak pemandangan.. Lihat fasilitas pendidikan yg tidak layak pakai karna ulah tangan2 yg tidak bertanggung jawab.. (Lihat juga fasilitas yg sdh disediakan ITB tp tidak dipakai secara maksimal)
Kita ini putra-putri terbaik bangsa (>>ini cuma propaganda, jgn ditanggapi terlalu serius ^^)
Kalau lo bisa dengan bangga bilang, "gw anak ITB," harusny lo ngaca.. Sebagai anak ITB, apa aj kontribusi lo bwt kampus tercinta kita ini. Yg gw mksd bukan kontribusi external yg bikin nama ITB harum di luar Bandung. Tapi kontribusi internal kampus. Jangan demo sana-sini melawan kebobrokan, tapi lingkungan tempat kita menimba ilmu sendiri kita abaikan.
Gw mo cerita sedikit. Ada temennya teman gw yg bilang, anak2 di Gamais rada gak suka sama anak2 di SunkenCourt gara2 ga bisa jaga kebersihan padahal ngomongny gede. Nah, lo gak mau kan dibilangin kyk gitu. Makany.. Ayo donk ah,, apa c susahny menjaga ITB.
Seperti kata AA Gym (yg mungkn pamorny dah menurun gara2 poligami :P), mulailah dari diri sendiri, kemudian ke lingkungan sekitar kita, baru ke lingkungan yg lebih luas di luar sana.

Sep 14

Sudah semester 3
Kuliah di ITB
Departemen Teknik Pertambangan/Tambang Umum
IP pas-pasan
Lagi rajin belajar
Ingin bisa lulus cumlaude
Atau minimal punya IPK 3,0
Soal jangka waktu kuliah tidak masalah
Lulus 5 tahun tidak masalah
Yang penting nilai memuaskan
Aktif di UKSS
Ikut MPAB di unit Persma dan SEF
Hidup terasa indah
Jumlah teman dan kenalan makin banyak
Terbiasa hidup mandiri
Suka kebersihan
Suka cari pengalaman baru
Kalo ingat waktu shalat pasti shalat
Kalo ada uang receh pasti infaq
Tidak suka pengamen
Tidak egois dalam mengerjakan tugas
Independen
Suka membagi-bagi sekaligus mencari contekan
Berteman dengan semua orang baik
Latar belakang bukan masalah
Tidak sedang mencari pacar
Ambisius tapi tidak egois
Waktu sangat berharga
Bosan melihat cewek-cewek cantik di Bandung
Bosan melihat anak-anak gaul di Bandung
Senang belajar hal-hal yang berkaitan dengan komputer
Membalas kebaikan dengan kebaikan
Cuek kalau diperlakukan tidak baik
Tidak suka orang egois
Benci orang yang tidak tahu diri
Berusaha untuk menggapai yang diinginkan
Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral
Angkatan 2005 di ITB
Tak ada keinginan lulus summa-cumlaude
Karena memang tidak mungkin
Kuliah bukan untuk jadi orang kaya
Cukup jadi orang yang bisa hidup dengan jaminan ketenangan dan kebahagiaan
Cenderung nasionalis ketimbang agamais
Dapat diandalkan
Tidak gampang percaya pada orang

..
.
Sama seperti orang biasa lainnya

Jun 05

Bulan Juni ini anak ITB tingkat TPB telah menyelesaikan ujian semester keduanya. Bagi mereka yang tidak mendapat nilai E, artinya mereka telah lulus tahap TPB. Sementara bagi mereka yang masih memiliki nilai E harus mengulangi mata kuliah yang belum lulus tersebut tahun depan. Tapi ada juga yang tidak ingin mengulang tahun depan sehingga memutuskan untuk ikut Semester Pendek (SP).

Banyak isu yang muncul seputar SP. Ada yang bilang kalo ikut SP lebih mudah mendapatkan nilai yang tinggi. "Minimal C-lah," kata mereka. Tapi ada juga yang bilang "Itu kan tergantung dosennya."

Beberapa yang bilang dapat nilai dari SP itu mudah, beralasan sang dosen memiliki beban moral (mungkin karena mahasiswanya telah membayar mahal per SKS-nya dan rela mengobarkan hari liburnya). Sebagai informasi, biaya pendidikan SP tahun 2005/2006 di ITB adalah Rp.100.000,- untuk mahasiswa program sarjana (S1), Rp.500.000,- untuk mahasiswa program pascasarjana (S2), dan Rp.625.000,- untuk mahasiswa program sarjana SBM.

Untuk mahasiswa program sarjana, biaya tersebut hampir sama besarnya dengan biaya perSKS tiap semester untuk mahasiswa angkatan 2005 (dengan asumsi satu semester terdiri dari 18 SKS). Jadi, wajarlah kalau banyak yang tertarik untuk ikut SP. Biaya perSKS-nya termasuk wajar, dan mahasiswa dapat menghemat waktu kuliahnya di ITB.

Mar 06

Hoohhoohoho….
Udah bulan Maret nih..
UTS mendekat, UAS mendekat,,,
Tapi bukan itu yg gue tunggu..
LIBUUURR.. itu yang gue tunggu.. hehehe :P
Sekarang gue lg sibuk2nya kuliah ‘n kaderisasi ARC (Amateur Radio Club).
Salah satu tugas bwt kaderisasi ARC ngebuat blog ini. Makanya klean2 smua bs pd liat blog gue…

Tulisan ini gue buat jam setengah 2 malam sambil nonton "Catatan Akhir Sekolah" di UKSS (Unit Kesenian Sulawesi Selatan). Eh.. dah dulu yak.. Bye2 ‘n c u in my next blog… -o- mpuaahh.. ngantuk euy..