Hmm.. Sekarang udah jam 1 malam (atau pagi ya?). Hari Minggu, 11 Maret 2007.
Akhirnya gw bisa lega.. LPJ UKSS ITB untuk masa kepengurusan gw dah diterima (biarpun bersyarat, yg penting kn keterima.. ;p hehehe..)
LPJ-nya memang gak segila LPJ HMT yang bisa makan waktu 2×24 jam nonstop, tapi "cuma 7 jam". Dari jam 2 siang sampai jam 9 malam. Plus acara makan-makan di Balubur sampai jam 10.30 malam (Tenkyu manu’…! bgmn klo thn dpn ko jd ketua lg? biar makan-makan lg org! hehehe..).
Okeh, kembali ke laptop.
Waktu ngomongin pertanggungjawaban, gw sebagai pengurus inti terus terang kurang puas. Masih banyak kekurangan mendasar yang perlu dikupas. Banyak kesalahan yang sebenarnya dapat dilihat di depan mata dengan jelas, namun diacuhkan, bahkan dianggap sebagai tradisi UKSS. Mungkin kesalahan tersebut dianggap kecil oleh sebagian orang, tapi dampaknya malah menghasilkan efek yang fatal.
Contoh1: kurang disiplin waktu.
Katanya mau rapat LPJ hari sabtu jam 1 siang. Tapi udah jam 1.30 orang-orang blum pada datang. Boro-boro anggota, pengurusnya aja banyak yang gak dateng. Sebagai catatan, gw datangnya jam 12.45, dengan harapan bisa diskusi dulu dengan kordiv soal LPJ. Ternyata eh ternyata.. dia baru datang jam 1.20.. mantap!! Langsung Rapat, tanpa persiapan…
Contoh2: kurang menghargai orang yg datang tepat waktu.
Tau gimana perasaan org yg udah datang tepat waktu, tp terpaksa menunggu lama karena musti nungguin tmn2 yg telat? Enak banget ya ditungguin.. Kalo kaya gini mending gw ikutan telat juga..
Harusnya Rapat Anggota Biasa dimulai saat itu juga. Konsisten pada jadwal acara. Mulai jam 13.00.00 teng. Tapi gmn kalau rapat tidak memenuhi kuota forum? Tidak masalah! Kan udah diatur dalam AD/ART (kebetulan gw kn anak Litbang, jadi lumayan tau isi AD/ART UKSS). Untuk Rapat Anggota Biasa, kuota forum minimal setengah plus satu. Jika tidak terpenuhi, rapat bisa ditunda paling lama 1×24 jam. Dan sambil menunda, anggota yg dah datang juga musti aktif nelpon2 tmnnya. Biar merekanya datang. Kalaupun kuorum tetap tidak terpenuhi, rapat boleh dilanjutkan dengan jumlah anggota seadanya.
Kalo kaya gitu kan enak.. iya gak? ^_^
Seperi yang gw bilang sebelumnya, ini mungkin masalah kecil.. tapi kayak tumor. Lo cuekin, lo tunggu akibatnya! Jadi gw harap ini bisa menjadi bahan pertimbangan buat Ibnu (Ketua UKSS yang 2007/2008) khususnya dan para calon pengurus baru tentunya, agar kalian bisa membawa UKSS ke arah yang lebih baik lagi.
HIDUP UKSS ITB!
Habis kritik, giliran greetings.. ;p
Jadi sekarang gw mo berterimakasih ma anggota dan para pengurus atas kerja kerasnya selama ini. Tanpa kalian, UKSS bukanlah apa-apa. Seperti nasehat yg gw kasih sama anak-anak 2006 pas pelantikan UKSS di Ciater waktu itu: Kalianlah UKSS! Bukan ruangan sempit, kotor, dan berantakan yang ada di Sunken Court W-04 itu!
Sekali lagi terima kasih buat Hendri (Ketua UKSS 2006/2007), Hamdi WR (Kadiv Litbang), Fikri (tenang mko sj Iq, se doakan ko jadi ktua IMG), dan kawan-kawan lainnya yang tidak saya sebutkan namanya di sini..
Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan.. ^_^
Btw: tadi anak2 2005 pada mencalonkan gw buat jadi Ketua.. hehe.. mungkin 2008 nanti gw bisa jadi ketua UKSS nih.. ;p Sekalian merangkap jadi Pemimpin Umumnya Persma ITB 2008.. hahaha… Mantap banget daya khayalmu Jar!
Sebenernya gw gak terlalu berambisi, tapi itu semua berbalik pada teman2 smua dan garis hidup yang telah ditentukan Allah SWT.
Salam hangat,
Fajar Herdian Akhzan
(niru gaya Roy Suryo.. ;p)