Oleh Fajar Herdian
Akhzan
Sejak terjadinya bencana tsunami di Aceh pada
penghujung tahun 2004, istilah Sistem Peringatan Dini atau Early Warning
System menjadi marak dibicarakan. Namun apakah yang dimaksud EWS tersebut?
Berikut ulasannya.
|
M
|
enurut bahasa yang mudah dimengerti, sistem
peringatan dini adalah sistem yang menginformasikan kemungkinan terjadinya bahaya
sebelum bahaya tersebut terjadi. Termasuk sistem biologis yang dimiliki oleh
makhluk hidup maupun sistem hasil buatan manusia.
Yang termasuk
sistem biologis adalah rasa sakit dan rasa takut (yang umumnya menjadi bagian
dari insting) yang dimiliki makhluk hidup secara alamiah. Sementara yang
termasuk sistem buatan adalah sistem yang dirancang manusia untuk mengumpulkan
data-data terkait dan mengolahnya menjadi parameter kemungkinan terjadinya
bahaya. Sistem buatan manusia ada yang dibuat untuk tujuan sipil dan ada juga
yang khusus untuk tujuan militer. Dalam hal ini sistem peringatan dini untuk
tsunami termasuk untuk tujuan sipil. Begitu pula dengan alat pendeteksi asap,
alat pendeteksi gempa, dan lain sebagainya. Sementara alat peringatan dini
untuk militer antara lain adalah alat pendeteksi misil balistik, pendeteksi
serangan nuklir, alat peringatan antirudal pesawat tempur, dan lain sebagainya.
Sistem
peringatan dini untuk tsunami biasanya disingkat TWS alias Tsunami Warning System. Sesuai dengan namanya, TWS dibangun untuk
mendeteksi gejala-gejala alam yang berpotensi untuk mendatangkan bencana
tsunami sekaligus mencari lokasi pusat gempa yang menyebabkan tsunami tersebut.
Laporan yang diberikan oleh TWS ini bisa digunakan untuk memprediksi besar kerusakan
yang akan ditimbulkan dan daerah-daerah yang akan terkena dampak tsunami.
Sistem ini
terbagi menjadi dua komponen penting, yaitu jaringan sensor-sensor pendeteksi
tsunami dan infrastruktur komunikasi yang berguna untuk menyampaikan peringatan
dini. Peringatan dini tsunami menghendaki kewaspadaan dan evakuasi sebelum
tsunami datang. Laju informasi peringatan dini sangatlah penting mengingat
selang waktu antara gempa bumi sampai tsunami mencapai daratan cukup singkat.
Terdapat dua
jenis peringatan dini tsunami: peringatan dini internasional dan peringatan
dini regional. Keduanya bergantung pada kenyataan bahwa tsunami bergerak dengan
laju 500 – 1000 km/jam (sekitar 0,14-0,28 km/detik) di laut lepas, sementara
gempa bumi dapat terdeteksi dengan cepat melalui gelombang seismik yang
bergerak dengan laju rata-rata 14.400 km/jam atau sekitar 4 km/detik.
Dengan memperhatikan gelombang seismik yang muncul, dimungkinkan adanya
tenggang waktu untuk prakiraan tsunami sekaligus penyampaian peringatan ke
daerah yang terancam tsunami. Hanya saja, karena belum ada model yang jelas
yang dapat menghubungkan gempa bumi dan tsunami, peringatan oleh gelombang
seismik menjadi kurang dapat diandalkan. Metode yang lebih pasti adalah dengan
menggunakan alat pengamat dasar laut untuk melihat gelombang tsunami di laut
lepas dengan jarak sejauh mungkin dari garis pantai.
Desain dasar peringatan dini untuk tsunami.
Alat
pengamat dasar laut yang akan ditenggelamkan.
» Penyampaian Peringatan
Penyampaian
peringatan tsunami di Jepang melalui televisi, September 2004.
Proses pendeteksian dan prakiraan bencana
tsunami hanyalah setengah dari proses TWS secara keseluruhan. Hal lain yang
tidak kalah penting dalam TWS adalah penyampaian peringatan kepada penduduk yang
daerahnya terancam tsunami. Hal ini dapat dilakukan melalui beragam jalur
telekomunikasi (seperti e-mail, fax, radio, telex, TV, dan lain sebagainya).
Dengan demikian pesan darurat dapat diterima oleh masyarakat, pemerintah, serta
badan-badan penanggulangan bencana.
SMS Gempa BMG:
Magnitude 6,6 SR, 29 Nov 06, 08:32:22 WIB, Lokasi 2,42LU, 128,10 BT [347 km Timur Laut Labuha, Maluku Utara], Kedalaman 13 km. Berpotensi TSUNAMI [untuk diteruskan ke masyarakat]
SMS Gempa BMG:
Magnitude 6,6 SR, 29 Nov 06, 08:32:22 WIB,Lokasi 2,42LU, 128,10 BT [347 km Timur Laut Labuha, Maluku Utara],Kedalaman 13 km. Berpotensi TSUNAMI [untuk diteruskan ke masyarakat]
Penyampaian
peringatan tsunami melalui sms.
» Kelemahannya
Tak
ada sistem yang dapat melindungi manusia dari bencana tsunami yang terjadi
tiba-tiba. Oleh karena itu, sampai saat ini
peringatan dini tsunami belum pernah menyelamatkan seorang pun dari bencana
tsunami mendadak. Walaupun demikian, peringatan dini tsunami masih dapat
bekerja efektif jika jarak pusat gempa sangat jauh. Hal ini dapat memberikan
kesempatan bagi para penduduk untuk melakukan evakuasi.
Foto satelit Pantai utara Banda Aceh sebelum dan
sesudah tsunami. Tanggal 23 Juni 2004 (atas) dan 28 Desember 2004 (bawah).
Sistem Peringatan Dini merupakan mata
rantai yang spesifik (hubungan yang kritis) antara tindakan-tindakan dalam
kesiapsiagaan dengan kegiatan tanggap darurat. Ada 2 (dua) faktor yang berperan
dalam kerangka Sistem Peringatan Dini yaitu pihak Pengambil Keputusan dan
Masyarakat.
Di pihak masyarakat ada tiga unsur yang
menentukan bagaimana masyarakat bereaksi terhadap sistem peringatan dini.
Unsur-unsur tersebut terdiri dari pengetahuan, sikap, dan perilaku.
Selain faktor masyarakat, faktor lain yang
berperan dalam kerangka kerja Sistem Peringatan Dini adalah pihak Pengambil
Keputusan. Di Indonesia melalui Kepres Nomor 111/2001 kita mengetahui bahwa
penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi dikoordinasikan oleh Bakornas
PBP di tingkat Nasional, Satkorlak PBP di tingkat Provinsi dan Satlak PBP di
tingkat Kabupaten/Kota. Melalui keberadaan institusi ini dapat dibuat
kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan sistem peringatan dini terutama
hal-hal yang berkaitan dengan kerangka kerja sistem peringatan dini, misalnya
Protap, Juklak, dan Mekanisme Kerja.
Sumber:
Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Tsunami_warning_system)
Sony AK Knowledge Center (www.sony-ak.com). “Mengenal Sistem
Peringatan Dini (Early Warning System)” oleh Ario Sutomo.
BMG Badan Meteorologi dan Geofisika
Envirtech (http://www.envirtech.org/seafloor_observatory.htm)
GuardianUnlimited (http://www.guardian.co.uk/gall/0,8542,1380645,00.html)

6:18 pm - 2-24-2007
aihhhhhhhhh mak
mantap nian ni anak
salut coy
‘never ending creativity’
salut jar
ntar kau ajarilah aku diki2 y
9:36 pm - 2-24-2007
Aduh Ja.. jgn gitu lah.. kemampuan kita kn sama.. aku jadi malu jg klo mau sok ngajarin kw.. tp aku siap bagi2 ilmu, tanyain aj Ja.. jangan sungkan. oke.
4:34 am - 2-26-2007
Fajar, topiknya beraaaaattt!!! Ga kuat gw bacanyaa..