June, 2006Archive

Jun 05

Bulan Juni ini anak ITB tingkat TPB telah menyelesaikan ujian semester keduanya. Bagi mereka yang tidak mendapat nilai E, artinya mereka telah lulus tahap TPB. Sementara bagi mereka yang masih memiliki nilai E harus mengulangi mata kuliah yang belum lulus tersebut tahun depan. Tapi ada juga yang tidak ingin mengulang tahun depan sehingga memutuskan untuk ikut Semester Pendek (SP).

Banyak isu yang muncul seputar SP. Ada yang bilang kalo ikut SP lebih mudah mendapatkan nilai yang tinggi. "Minimal C-lah," kata mereka. Tapi ada juga yang bilang "Itu kan tergantung dosennya."

Beberapa yang bilang dapat nilai dari SP itu mudah, beralasan sang dosen memiliki beban moral (mungkin karena mahasiswanya telah membayar mahal per SKS-nya dan rela mengobarkan hari liburnya). Sebagai informasi, biaya pendidikan SP tahun 2005/2006 di ITB adalah Rp.100.000,- untuk mahasiswa program sarjana (S1), Rp.500.000,- untuk mahasiswa program pascasarjana (S2), dan Rp.625.000,- untuk mahasiswa program sarjana SBM.

Untuk mahasiswa program sarjana, biaya tersebut hampir sama besarnya dengan biaya perSKS tiap semester untuk mahasiswa angkatan 2005 (dengan asumsi satu semester terdiri dari 18 SKS). Jadi, wajarlah kalau banyak yang tertarik untuk ikut SP. Biaya perSKS-nya termasuk wajar, dan mahasiswa dapat menghemat waktu kuliahnya di ITB.